Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Yang Ia pilih; yang harus Ia relakan.

"Setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya." , ucap seseorang yang ingin meringankan kehilangan yang baru saja dirasakan. Ia membesarkan hatinya sendiri; sakit namun tak berdarah; perih tanpa luka. Mengucapkan selamat tinggal pada sesuatu yang Ia pikir akan ada selamanya.  Masih ada rasa yang tersisa meski sudah berbeda. Ada kekosongan yang tidak bisa Ia jelaskan; hanya bisa Ia nikmati. Bukannya Ia tidak berusaha, hanya saja usahanya selalu menguap sia-sia. Ia bukannya tidak ingin bertahan; Ia hanya tidak ingin bertahan sendirian. Ia bukannya siap menghadapi perpisahan; Ia hanya menunda sakit hatinya. Maka, satu yang bisa Ia lakukan saat ini, bergerak mundur dalam diam, berharap suatu saat Ia akan tau alasannya, namun untuk saat ini, Ia harus puas dengan kenyataan bahwa mereka sudah tidak lagi berada dalam satu lembar buku yang sama.  Apakah hatinya terluka? Jelas. Ini bukan sesuatu yang Ia rencanakan. Ini bukan sesuatu yang sudah Ia persiapkan. Ia mencoba memaham...

Postingan Terbaru

What was I made for? (Spoiler alert: Barbie)

Berhadapan dengan orang yang bikin nggak nyaman; friends or strangers?

Nikah (lagi)? Bentar.

Ketika air susu dibalas dengan air kopi, pahit.